Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Warga Cemaskan Kerusakan Moral di Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Sungguh suatu kecemasan di depan kita sebagai orang Saniangbaka, sebab akhir -akhir ini banyak kejadian  yang menunjukkan  rusaknya moral  sebagian generasi muda kita. Melalui media eletronik pribadi beritanya cepat menyebar ke rantau dan bahkan  reaksi dan  vonispun dialamatkan kepada lembaga yang ada dalam nagari.  Maaf, meskipun apa yang ditulis ini terkesan “manapuk aia di dulang,” akan tetapi secara bersama kita perlu menyikapi secara arif dan memperbaikinya, kalau tidak siapa lagi yang akan memperbaikinya.kalau bukan kita anak nagari Saniangbaka.

Di satu sisi sebagai anak nagari, kita memang merasa bangga dengan nagari Saniangbaka, karena terkenal  dengan nomor wahid  dalam banyak hal. Lihat jumlah warga Saniangbaka yang menjadi  jamaah haji tiap tahunnya, surau tiap sudut  rumah,  kurban yang dilaksanakan tiap hari raya  Idul Adha luar biasa banyaknya. Surau dan masajik gagah-gagah,  pengajian  Majelis Taklim dan Zikir di surau dan di masjid cukup ramai oleh jamaah. Bahkan  pengajian  di luar daerahpun dihadiri oleh orang Saniangbaka, akan tetapi kenyataan yang tak bisa dipungkiri, di sisi lain sebagai anak nagari kita turut  prihatin dengan keadaan nagari Saniangbaka, karena banyaknya persoalan sosial  yang membuat hati kita miris.

Lalu apa sebenarnya sebab pokok persoalannya?  jawabannya adalah   komponen dan lembaga yang ada dalam nagari kurang menyadari perlunya perhatian dan pembinaan mental  generasi kalangan generasi muda yang selama ini terabaikan.  Nyaris tidak terdengar lagi di Nagari Saniangbaka  kegiatan wirid remaja. Generasi muda kita tidak lagi tertarik datang ka surau. Anak-anak mangaji ka surau hanya sampai tamat SD karena merasa sudah cukup dengan ijazah MDA. Nomor wahid di atas seolah tidak ada pengaruhnya  terhadap generasi muda kita. Padahal kian hari dampak  negatif dari derasnya arus modernisasi dan globalisasi di tengah masyarakat kita  semakin hebat sehingga membuat remaja  mudah kehilangan jati diri dan  mudah terjerumus kepada perbuatan yang amoral.

Terkadang masyarakat kita dalam kampuang  tak mau ketinggalan, menjadikan kasus amoral yang terjadi akhir-akhir ini sebagai  komuditi ota di palanta,  di sawah di ladang, karena meraka  menyaksikan sendiri betapa banyak lahan  di sawah yang terancam gagal panen akibat ganasnya serangan hama tikus. Sebaiknya siapapun kita tidak usah   menghujat “sia pulo nan mambuek bala” dalam nagari, karena hujatan itu tidak akan menyelesaikan masalah. Mari senantiasa kita cegah kemaksiatan sebelum terjadi,  ,jangan takut  dan jangan biarkan” diaselah lai indak anak atau kamanakan awak doh. Demikian imbauan atau ungkapan keprihatinan dari ketua MUN Sanianagbaka Ust. Asmon.

Menyikapi adanya kejadian amoral akhir –akhir ini,  maka Dasrizal Candra Bahar sebagai kepala Pemerintahan Nagari Saniangbaka merasa prihatin, akan tetapi kasus   amoral seperti zina  sepertinya  tidak hanya terjadi di Nagari kita saja,  di dearah lain juga ada. Maka warga kita yang di rantau tidak  serta merta menghujat.  Namun yang jelas sekarang ini semua lembaga yang ada dalam nagari   seperti Pemuda ,MUN,BMN, KAN tengah merumuskan aturan “larangan Maksiat” dalam bentuk Hukum adat, bukan aturan bercorak hukum positif. Kemudian nanti  perlu ditetapkan siapa yang menjadi eksekusi  atau yang mengawal aturan tersebut nantinya,sehingga turan yang dibuat menjadi jalan.

H.Syukri Dt Gadang sebagai ketua KAN Saniangbaka sangat menyetujui adanya upaya perumusan hukum adat sebagai bentuk pencegahan dan penaganan  terhadap kasus amoral yang terjadi di nagari Saniangbaka. Sebab adat salingka nagari. Dalam hal ini mari kita satukan gerak langkah kita, sebagai  orang tua, mamak  dalam suatu keluarga atau kaum harus senantiasa  menasehati dan  mengawasi anak kemenakan kita supaya terhindar dari  perbuatan amoral. (Nusa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: