Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Saniangbaka

Posted by majalahsaran pada Januari 15, 2011

Jangan heran kalau pengguna jalan yang melintasi Nagari Saniangbaka  akhir-akhir ini tidak lagi merasa nyaman. Pasalnya beberapa titik jalan banyak yang telah rusak  bergelombang di Saniangbaka. Masyarakat menyebutkan, kerusakan  disebabkan oleh banyaknya kendaraan  truk   melebihi ketentuan tonase jalan yang  setiap harinya  hilir mudik mengangkut tanah galian. Malah ada kendaraan sejenis puso yang bermuatan lebih 8-10 ton. Padahal menurut ketentuan PU Jasa Marga  dan Dinas Perhubungan  bahwa Jalan raya Saniangbaka termasuk kategori jalan Kabupaten dengan  Kelas IIIC yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan dengan Max 8 ton.

Dasrizal Candra Bahar, Wali Nagari Saniangbaka dalam suatu pertemuan   di Balai-Balai Adat Nagari Saniangbaka secara lisan mengaku  telah  menyampaikan kepada Kapolres kota Solok aspirasi masyarakat Saniangbaka terkait dengan rusaknya jalan tersebut, akan tetapi pihak Polres  belum menindaklanjutinya. Buktinya sampai sekarang kendaraan  yang jenis puso pengangkut tanah galian tetap saja lewat atau beroperasi..

Hamdani Dt.Rky Basa, salah seorang  warga  Saniangbaka pemerhati lingkungan, mengusulkan kepada  lembaga yang ada dalam nagari secara bersama menyikapi   aspirasi masyarakat  tentang penyebab rusaknya jalan raya  Saniangbaka   kepada Polres kota Solok, Dinas perhubungan atau  intansi terkait lainnya, supaya perlu ditertibkan dan dicari solusinya. Hal ini  ini karena menyangkut keselamatan warga. Bila dibiarkan, maka jalan raya Saniangbaka akan bertambah rusak.

Apabila jalan sudah rusak parah , maka untuk mendapatkan perbaikan tidaklah mudah. seperti semudah membalik telapak tangan.  Diperlukan  adanya pengusulan perbaikan melalui  lembaga masyarakat  setempat, kalau tidak ada upaya yang dilakukan atau diam saja maka tidak mustahil  kondisi jalan Saniangbaka  akan kembali ke masa  tahun 70an. Lebih lanjut dijelaskan bahwa tepat di simpang  eler Muara  Sumani pernah terdapat rambu jalan Tonase jalan, sekarang entah sengaja dihilangkan atau begaimana.

Pemahaman warga tentang massalah  rusaknya jalan raya Saniangbaka  ternyata masyarakat mempunyai pandangan yang beragam, WK( 58 Th)  mengaku dengan hilir  mudiknya kendaraan  pengangkut tanah galian membuat masyarakat tidak nyaman.   “Secara pribadi saya merasa terganggu karena kendaraannya terlalu besar  dan kadangkala  sering beroperasi di malam hari,” ujarnya.

Berbeda dengan  Al, 36 Th warga jorong Balai Tingkah  kurang tahu dengan persoalan kendaraan jenis puso pengangkut tanah galian tersebut, karena menurutnya sebagai sebuah perusahaan  mereka tentu sudah  melunasi kewajibannya  membayar pajak kepada Negara.dan dia berhak beroperasi. Menurut pantauan Saran  pada bagian jalan yang sudah rusak oleh pihak perusahaan  angkutan tanah galian hanya melakukan penimbunan dengan cadas. (Nusa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: