Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Yunasril Anga Perlu Dipertahankan, DPP IWS Mendatang Harus Ramping

Posted by majalahsaran pada Januari 19, 2011

Struktur organisasi DPP IWS (Dewan Pengurus Pusat Ikatan warga Saniangbaka) mendatang harus ramping, tidak seperti sekarang yang orangnya banyak tapi tidak banyak berbuat. Bila orangnya banyak tapi tidak kerja, organisasi tidak berjalan efektif. “Sedikit saja orangnya tapi benar mau berbuat untuk organisasi,” kata H Sudasril Darwis, mengomentari DPP IWS mendatang.

H Sudasril Darwis, Pemimpin Umum Majalah SARAN mengemukakan hal itu ketika Ketua Umum DPP IWS H Yunasril Anga menyatakan, masa bakti DPP IWS sekarang sudah akan segera berakhir. Anga meminta kepada urang awak, siapa saja,  untuk menggantikan dirinya. Menanggapi hal itu, Haji Su, demikian sapaan akrab bos Prima Group itu, mengingatkan Yunasril Anga masih layak dipertahankan.

“Kepemimpinan Anga masih bagus, komitmennya untuk nagari dan urang awak tidak diragukan. Cuma Anga perlu dicarikan para pendamping  yang benar-benar mau berbuat, menyisihkan sedikit waktunya buat IWS,” kata H Sudasril Darwis yang mengamati, DPP IWS sekarang yang benar-benar berbuat hanya sedikit, selebihnya sekadar nama dalam struktur organisasi.

Harus diingat, lanjut Haji Su, DPP IWS itu bukanlah pelaksana kegiatan, melainkan pembuat dan pengendali kebijakan organisasi. Sedangkan kegiatan organisasi ada pada cabang-cabang atau kepanitiaan, bila ada kegiatan yang besar dan penting. Misalnya pulang basamo yang berlingkup nasional, ada panitianya dan itupun diserahkan kepada DPC-DPC, seperti Haji Andri Novel yang memimpin panitia pelaksana Pubas 2010.

“Indak paralu banyak-banyak, 7 – 10 orang sudah cukup. Misalnya duet pak Anga dan pak Ery Yongker tetap dipertahankan, lantas cari sekjen yang benar-benar mau kerja, bertanggungjawab,” kata H Su.  Dia juga mengingatkan, orang-orang yang duduk dalam DPP harus benar-benar direkrut secara serius. Mereka harus mau ditanyakan, apakah mau benar-benar berbakti. Jika tidak mau, jangan dipaksakan karena hal ini menyangkut kesadaran, kepedulian, dan ada kecocokan dengan ketua umum. “Saya kira kita jangan basa-basi lagi. Kalau ya harus serius, jangan namanya ada tapi tidak ngapa-ngapain,” ujarnya lagi.

Menurut Sudasril Darwis, tugas DPP IWS itu terpenting ada memotivasi dan menggerakkan DPC-DPC IWS dan unit kegiatan yang ada. DPP IWS diperlukan ketika ada DPC yang bermasalah atau memerlukan bantuan untuk memecahkan permasalahan yang ada. DPP IWS juga berperan menjadi mediator , menjembatani komunikasi dengan segenap pimpinan di dalam nagari, termasuk juga dengan pihak luar, baik dengan organisasi sejenis  maupun dengan pemerintah daerah. “Saya lihat, pak Anga sudah menjalankan fungsi tersebut dan karena itu kepemimpinannya perlu dilanjutkan,” demikian Haji Su. (uy)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: