Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Berharap IWS Menjadi Moderen Dan Profesional

Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011

Mubes (Musyawarah Besar) IWS (Ikatan Warga Saniangbaka)  VI kemaren tidak  sekadar  menghasilkan kepengurusan baru, tapi juga memunculkan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan masa depan. Gagasan itu muncul dari utusan DPC  (Dewan Pengurus Cabang) yang datang dari berbagai daerah. Masing-masing diberikan kesempatan menyampaikan pandangan umum.

Banyak gagasan muncul dari mereka, di antara gagasan yang dapat kami catat adalah datang dari utusan Bekasi dan Lombok. Dari Bekasi yaitu Rino Kurniawan dan dari Lombok yaitu Edi Umar. Keduanya punya gagasan yang intinya berkeinginan agar IWS itu bisa menjadi organisasi moderen dan profesional.

Rino Kurniawan

Dalam pemikiran Wakil Ketua DPC Bekasi, Rino Kurniawan yang disampaikan pada waktu itu, moderen dan profesional adalah lengkapnya infrastrukur dan perangkat organisasi. Kita tahu bahwa  saat ini memang hal itu yang masih kurang pada organisasi IWS. Kadang-kadang pengurus seperti kebingungan, kenapa begitu sulit membuat organisasi ini berjalan lancar.

Sering acara atau rapat-rapat pengurus menjadi kurang efisien akibat kurangnya perangkat atau fasilitas. Dengan adanya masukan ini tentu harus menjadi penjadi  pendorong kepada pengurus agar bisa mewujudkannya.

Menurut Rino, untuk ke depan itu menjadi perlu  dengan pertimbangan untuk kemudahan pada saat alih generasi. “Kita tahu kepengurusan saat ini masih banyak diisi oleh orang yang lahir dan besarnya masih di kampung, jadi  dorongan untuk ber IWS nya masih tinggi, sehingga kalaupun sistim organisasinya masih seperti sekarang tidak menjadi masalah. Tapi bagaimana untuk ke depan, generasi  yang banyak lahir dan besarnya di rantau, tentu akan sulit menyesuaikan diri,” katanya. Hanya, diapun menyadari untuk mewujudkan hal itu memang tidak mudah, diperlukan kesungguhan dalam mewujudkannya.

Edi Umar

Pemkiran yang hampir serupa juga muncul dari Edi Umar, Ketua DPC Lombok. Beliau berpendapat bahwa untuk ke depan IWS perlu membentuk sistim berorganisasi yang jelas. Masing- masing pengurus terutama ketua bidang perlu menyiapkan program masing-masing. Tidak kalah penting, setelah meyiapkan program, masing-masing pengurus tersebut perlu langsung merealisasikan program tersebut, tentu saja di bawah koordinasi sang ketua.

Hal yang juga perlu jelas adalah posisi atau keberadaan Organisasi IWS terhadap Pemerintahan Nagari. Menurut beliau, secara struktur IWS itu jelas tidak berada di bawah Pemerintahan Nagari. Kalau ini sudah didudukkan, tentu pro kontra siapa yang akan melantik DPP seperti kejadian pada Mubes kemaren tentu tidak akan terjadi lagi.

Jufrizal Gindo Sutan

Tentang keprofesionalan tersebut juga ditambahkan oleh salah seorang panitia Mubes yang juga Pimpinan Redaksi Saran,  Jufrizal Gindo Sutan. Menurut beliau, faktor penting keprofesionalan adalah adanya sistim administrasi yang rapi. Lengkapnya perangkat dan infrastruktur  akan menjadi sempurna bila didukung oleh sistim administrasi yang rapi.

Dengan adanya pencatatan atas semua hasil rapat dan semua aktifitas, akan membuat jalannya organisasi akan terarah dan tidak akan terjadi lagi pembahasan berulang atas masalah yang sama.  Suksesnya urusan orang-orang di perusahaan dan birokrasi kantoran umpamanya, yang mengurusi banyak berkas, kunci utamanya tiada lain adalah adanya sisitim administrasi yang rapi.

Berharap Pada DPP Baru

Beberapa masukan di atas tentu sangat bagus. Tinggal masalahnya adalah bagaimana mewujudkan dan menjalankannya. Ada beberapa faktor barangkali dapat menjadi hambatan. Pertama, masalah biaya. Kita tahu DPP IWS itu tidak punya kas. Padahal sebetulnya potensi kita soal masalah dana sebetulnya cukup besar.  Tinggal bagaimana kiat menggalinya saja.

Kedua adalah faktor keahlian. Banyak di antara pengurus itu masih sangat terbatas dalam hal teknis keahlian. Ketiga adalah masalah ketersediaan waktu pengurus. Hampir semua pengurus adalah orang sibuk, baik di bisnis maupun di kantoran.

Untuk  factor kedua dan ketiga sebetulnya ada solusi. Sudah semenjak lama disebut perlunya tenaga eksekutif yang ahli tentang seluk beluk administrasi, yang ditetapkan lengkap dengan anggaran penggajiannya. Orang tersebut ditugaskan untuk mengurusi masalah surat menyurat. Pengurus tinggal tanda tangan. Dan tinggal mencari orangnya.

Hanya  mengenai urusan penggajian petugas tersebut tentu harus jelas. Jangan sampai terjadi seperti kepada petugas GSG Cibitung yang pembayaran gajinya sering tersendat. Padahal jumlahnya cuma 3 ratus ribuan.  Sementara kalau memakai tenaga yang ahli, tentu gajinya tidak akan kurang dari angka 1jt rupiah. Bila ini bisa terurus, tentu akan banyak pekerjaan yang bisa terselesaikan.

Tapi sebetulnya bagi pengurus DPP yang barusan terpilih, soal organisasi modern professional sepertinya bukan barang baru. Ketuanya sendiri, H. Chairul Umaiya adalah seorang professional. Beliau sangat pengalaman dalam usaha Even Organization (EO).

Beliau itu sudah biasa mengurusi berbagai kegiatan besar bertingkat Nasional bahkan Internasional. Sedangkan IWS hanyalah tingkat Nagari, jadi rasanya tidak sesulit itu. Mudah-mudahan saja, ilmu dan keahlian yang beliau punya dapat ditularkan ke IWS.

Hanya , selain berharap agar sang ketua menularkan kepandaiannya, tentu perlu juga dituntut kesiapan dan kedisiplinan kita-kita. Kebiasaan cayah dan berpangku tangan selama ini tentu perlu kita tinggalkan. Semua kita perlu disiplin dan turun tangan demi perbaikan organisasi. (yd)

Satu Tanggapan to “Berharap IWS Menjadi Moderen Dan Profesional”

  1. azzuhruf said

    pendapat di atas sangat bagus,tp sekarang kendalanya siapa yg akan jadi penyambung antara kaum sepuh kita dengan anak2 muda yg enerjik ini sekarang,kaum sepuh juga jangan rumangsa(merasa bisa)
    dan kaum muda juga perlu belajar kesabaran dalam melakukan banyak hal…
    Bravo IWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: