Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Bupati Solok Drs. Syamsu Rahim:“Saya Senang Diundang Membuka Mubes IWS”

Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011

Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Solok, Drs. Syamsu Rahim mengungkapkan rasa senangnya ketika mendapat kehormatan diundang untuk membuka Mubes IWS VI. “Kalau tadi Pak Ketua Yunasril Anga mengaku bangga dengan kehadiran saya, saya juga merasa senang mendapat undangan untuk membuka acara ini,” ujar Bupati ketika menyampaikan sambutan sebelum menyatakan membuka kegiatan Mubes tersebut yang diadakan pada tanggal 29 Juni 2011 di Bal Room Vila Departemen Pertanian, Ciawi-Bogor.

Bupati menilai bahwa perkumpulan anak nagari di perantauan seperti IWS ini sangatlah bagus, selain sebagai ajang silaturrahmi, kegiatan ini tentulah akan berujung pada kemajuan nagari, tanah kelahiran. Syamsu Rahim yang hadir bersama istri berharap agar kegiatan Mubes IWS dapat berjalan sukses dan bisa menghasilkan keputusan terbaik.

Selain itu, Bupati juga memaparkan mengenai keadaan sosial masyarakat di lingkungan wilayah Kabupaten Solok. Secara gamblang  dia menguraikan tentang lemahnya koordinasi antar lembaga yang ada di masyarakat kampung. Lembaga yang dimaksud adalah yang masuk dalam kelompok Tigo Tungku Sajarangan, yaitu; Wali Nagari, Kerapatan Adat Nagari dan Badan Musyawarah Nagari. “ Kami sedang giat-giatnya mendorong agar di setiap Nagari melakukan musyawarah lembaga Tigo Tungku Sajarangan tersebut,” ujarnya.

Tidak salah apa yang disebut oleh Bupati tentang lemahnya koordinasi lembaga Tigo Tungku Sajarangan tersebut. Agaknya hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Nagari Saniangbaka. Maka dari itu, upaya penyatuan gerak ketiga lembaga yang sedang giat dilakukan Pemda itu tentu harus kita dukung penuh, terutama para pemuka di lembaga yang dimaksudkan. Bila hal itu dapat direalisasikan dan dilakukan dengan kesungguhan hati serta berkesinambungan, maka seberapa sulitpun masalah tentu akan menjadi mudah.

Pada kesempatan itu dipaparkan juga tentang dampak pertumbuhan ekonomi di kampung, yaitu adanya peningkatan aktifitas perjalanan kendaraan yang melewati jalan lingkar Danau Singkarak, yang berarti juga melewati Nagari Saniangbaka. Disebutkan bahwa pemerintah ada rencana untuk melakukan pelebaran jalan, tentu nantinya akan ada tanah warga yang terkena.

Beliau sangat mengharapkan dukungan masyarakat, khususnya warga Saniangbaka. “ Kalau nanti jadi dilaksanakan, tolong dibantu, jangan dipersulit,” himbaunya. Ditambahkan juga bahwa pelebaran jalan di lingkungan perumahan tentu pembebasan tanahnya ada perbedaan. “ Mengingat banyaknya bangunan, tentu akan ada penyesuaian,” katanya.

Yang menarik adalah komentar dan masukan beliau tentang banyaknya urang awak yang berdagang plastik. Sebelumnya ada yang memberitahu bahwa mayoritas pedagang plastik di Jabodetabek dan Bandung itu adalah orang Saniangbaka. Hanya saja semuanya baru sebatas pengecer, ada satu dua yang jadi distributor, itupun kapasitasnya masih kecil. “ Kenapa tidak diupayakan agar punya sebuah pabrik palstik, kan Saniangbaka punya tokoh yang berkemampuan seperti Yunasril Anga, Chairul Umaiya dan Ikhlas Bahar,” katanya. (yd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: