Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Kato-kato Kiasan dalam Budaya Minangkabau

Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011

Sebagai  orang Minang  sudah sepatutnyalah kita melestarikan  dan mewariskan  nilai-nilai budaya luhur  seperti dalam  bertutur kata  dalam keseharian  sangat kental oleh pengaruh Islam. Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Begitulah, telah terjadi asimilasi yang begitu kuat antara agama (Islam) dengan adat.
Orang Minang banyak  keistimewaan dalam bertutur kata. Terdapat banyak sekali perbendaharaan kata-kata kiasan untuk menyikapi, suatu permasalahan tertentu. Singkatnya, apabila kita orang Minang ingin mengatakan “a”, tak mesti “a” yang keluar dari mulutnya. Mereka mengucapkan kiasan-kiasan tertentu sebagai medium kepada maksud yang hendak disampaikannya.

Inilah contoh kata Kiasan dalam budaya Minang yang diperoleh dari berbagai sumber :

Mangapik Daun Kunyik
Mangapik = menjepit (diketiak) daun kunyit.Kiasan bagi seseorang yang getol sekali memproklamirkan diri sebagai orang yang puya backing/pembela di belakangnya.
Juga mengobrol kehebatanya kepad lawan bicaranya, dia yang serba pintar dan dia serba tahu.

Mangandakkan Tanduak Kudo
Sesuatu yang tidak mungkin direalisir, masak kuda bertanduk ? Istilah ini dipergunakan juga untuk menolak permintaan orang lain dengan jalan mengada-ada yang sama sekali tidak masuk akal.

Pai Ampok Pulang Aban
Artinya : Pergi melempar pulangnya menimpa.Perdagangan yang pulan modal, tidak beruntung dan tidak merugi. Yang diperoleh hanya capeknya. Biasanya diucapkan dengan kesal sembari membanting apa saja. Sudah bersusah payah berusaha, hasilnya tidak ada, malepeh hao.
Cadiak Buruk
Artinya adalah orang yang galia, seseorang  yang  statusnya mestinya memberi  akan tetapi  karena cigik rela mengakui tidak punya (miskin) asal terhindar atau ingin pulo dapat jatah. Kecerdikan lebih cenderung ke yang  jelek.

Barajo dihati
Artinya adalah orang yang mempunyai  paham bana sorang ndak namuah  manarimo masukan ,ndak namuah dinasehati apalagi diajari orang lain, lalu nan dek inyo sajo, usulan orang lain ndak didangakan.apo yang manjadi mukasuik pokoknyo harus sampai.

Ndak Maangok Kalua Badan
Artinya adalah seseorang atau kelompok yang tak mau meminta tenaga, pertolongan dari pihak luar akan tetapi memaksimalkan kekuatan, kemampuan yang dimilikiknya.

Dibawah Katiak Binyi
Artinya  seorang  suami tidak lagi punya nyali memimpin  sang istri, dikarenakan  takut , tunduk pada aturan  sang istri. Semuanya  harus   minta  izin  kepada sang istri, Konsekwensinya   merenggangkan  hubungan keluarga  /pertalian darah, padahal istilah  mantan orang tua, mantan adik, mantan kakak tidak, yang ada mantan istri  atau mantan suami.

Bodoh ndak namuah diaja, cadiak ndak dapek ditompang
Artinya:  Orang yang dalam keseharian  berlagak , mengaku pandai  akan tetapi sesungguhnhya  banyak kebodohan  dan kesalahan yang dilakukannya, enggan menerima nasehat. Ketika diyakini dirinya sebagai orang hebat ternyata ndak pula  bisa memberikan  kontribusi , memecahkan masalah  dirinya dan orang lain.

Manjagokan Anjiang Lalok
Artinya membangunkan anjing tidur. Seseorang yang berusaha mencari gara-gara, memancing orang supaya marah lalu berkelahi. Biasanya malah menimbulkan bahaya bagi yang bersangkutan. Mengungkit-ungkit persoalan yang telah dilupakan orang, kemudian menimbulkan gara-gara.

Manjua Kuciang Dalam Karuang
Artinya menjual kucing dalam karung. Seseorang berusaha mengelabui orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Si A akan senang sekali bila berhasil dan tanpa memikirkan resiko atas perbuatannya. Si A menjual suatu barang tanpa memberi tahukan kualitas barang yang dijual, dan si pembeli tidak bisa mengetahui kulitas dari barang yang di jual si A tersebut. Istilah lain sama dengan menipu.

Dulu Bajak Pado Singka
Artinya : Bajak duluan, baru kemudian yang menarik bajak di belakangan.Suatu penyimpangan, bukan ? Peribahasa diatas merupakan sindiran bagi mereka yang suka kumpul kebo alias samen leven, hamil tanpa aqad nikahpengulu pejabat agama atau catatan sipil. Atau pasangan yang akibat pergaulan bebas, tanpa kontrol orang tua mereka.

Pacahan Kaco sajo dalam paruik
Pecahan kaca/beling saja dalam perut. Orang yang dalam penampilan sehari-hari biasa-biasa saja, tidak menampakkan kelainan. Tetapi hati dan perangainya tidak ketulungan, busuk, dengki, suka menghasut, pembual/pembohong. Juga diibaratkan kepada seseorang yang niat dalam hatinya hendak menyikat orang saja, menunggu kesempatan dan tidak peduli orang akan teraniaya ataupun menderita kerugian kaena ulah perangainya.

Kusuik Bulu Ayam
Kusuik bulu ayam, yaitu suatu pertengkaran atau beda pendapat yang diperhitungkan tidak akan berbuntut panjang (tidak berakibat fatal).
Lazimnya kedua belah pihak akan berbaikan kembali, lebih-lebih tidak dicampuri oleh pihak ke tiga.Kusut bulu ayam diselesaikan dengan paruh.Kusut benang dicari pangkalnya.Kusut sarang tampuo, api menyudahinya

Mamuntahkan Santan
Mamuntahkan santan, yaitu perilaku yang dapat dikatagorikan sebagai mubazir. Anjuran atau nasehat yang baik dibuang begitu saja, atau suatu pemberian/hadiah yang bagus, ditolak. Sebelum menolak, hendaklah mempertimbangkan sematang-matangnya, supaya tidak sampai menyesal di kemudian hari. Untuk itu perlu pengendalian diri dan perasaan.

Taimpik Lidah  /Tagigik  Lidah
Tergencet lidah. Biasanya dalam menghadapi orang yang berpangkat, bangsawan, atau kaya raya, kita sungkan (malu atau keliwat hati-hati) mengemukakan pendapat sekalipun benar. Atau bisa juga karena kebetulan bersangkut-paut hutang dengan yang bersangkutan, sehingga kita tidak berani berbicara dengannya. Jadi kita sudah mengalah terlebih dahulu.

Basi Baiak Diringgik-i
Besi yang baik dibuat ringgit. Karena bahannya memang sudah baik, tinggal melaksanakannya saja lagi. Bahan yang baik tentu akan menghasilkan produk yang baik. Barang yang baik diperbagus lagi.

Sairiang Batuka Jalan
Seiring namun berbeda persepsi (pendapat). Tujuannya barangkali sama, tetapi cara melaksanakannya berbeda. Biasanya terjadi pada akhir perjalanan missi masing-masing.

Incek cubadak bagomok
Artinya biji nangka digemuki (dioles dengan gemuk) licin bagai belut. Tidak jarang dibarengi dengan kecurangan.
Anda tentu tahu biji nangka, buka ? Sudah licin lalu diberi gemuk lagi, bayangkan saja. Ini kiasan kepada seseorang yang berperangai licin/galia.

Indak taetong paranduak
Artinya tak terbilang piutang. Seseorang berhutang kiri kanan, tidak hanya berupa uang/materi, akan tetapi juga budi dan akibatnya hidup akan senantiasa gelisah.Kiasan ini juga kepada seseorang yang urusannya yang tidak selesai sedangkan sangkut paut utang piutang banyak yang belum selesai.

Mangapik kapalo harimau
Artinya menjepit kepala macan. Seseorang yang suka main beking-bekingan, seolah-olah di belakangnya ada orang kuat/pejabat yang diandalkannya. Ada kalanya itu hanya gertakan saja supaya orang lain takut dan segan terhadapnya.

Maambiak muko
Artinya mengambil muka, seseorang terhadap atasannya mengambil muka dengan menjilat, memuji-muji dan manyanjung saja. Untuk mengambil nama dia kemukakan yang baik-baik saja, tidak berani mengkritik atasannya dan ada juga kemungkinan memburuk-burukkan orang lain. Mengambil muka atau menjilat atasan itu, lambat laun akan ketahuan juga kepalsuannya.Ada juga mengambil muka kepada masyarakat/orang banyak, menonjolkan diri bahwa dia bekerja keras, dia yang punya inisiatif dan lain lain, tetapi akhirnya akan kentara juga sifatnya yang tidak benar oleh masyarakat.
Demikianlah beberapa kato kiasan  semoga bermanfaat bagi para pembaca. (nusa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: