Majalah Saran

Penggerak Dinamika Saniangbaka

  • Bacaan Para Pengambil Kebijakan

Ledearship dan Manajemen Kunci Sukses IWS

Posted by majalahsaran pada Agustus 22, 2011

Oleh M. Edrison Kamil

Ledearship

Dapat dipahami bahwa Ledearship (kepemimpinan) adalah kemampuan seseorang untuk menggerakkan beberapa orang atau masyarakat kepada suatu tujuan yang mulia, sehingga terjadi harmoni dalam kehidupan masyarakat tersebut. Bila kemampuan ledearship seorang pemimpin itu memadai, maka segala cita-cita bersama lebih mungkin dapat tercapai. Jadi menurut hemat kami, faktor Ledearship inilah yang merupakan salah satu kunci kesuksesan IWS ke depan.

Seorang pemimpin ideal tentulah orang yang berkemampuan Ledearship yang mumpuni. Dia tidak lahir dari hasil karbitan, tapi dia lahir dari tempaan pengalaman dan cobaan. Banyak pemimpin dunia muncul setelah mengalami banyak peristiwa yang penuh I’tibar atau pelajaran. Contohnya adalah Nabi besar Muhammad SAW.

Banyak kejadiandan pengalaman sulit yang dilalui oleh Rasulullah sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Pada waktu kecil Beliau harus mengembala kambing. Mengapa kambing?, karena kambing adalah binatang yang keras kepala dan susah diatur. Jadi dengan itu seolah Nabi sedang dipersiapkan untuk menghadapi masyarakat yang keras kepala, susah diatur dan maunya menang sendiri, lebih kurang seperti sifatnya kambing tersebut.

Lalu Nabi juga melewati suasana berbisnis. Kenapa bisnis atau berdagang, karena Nabi perlu bersosialisasi dan memahami seluk-beluk perdagangan. Untuk melalui sebuah perjuangan, Nabi perlu mengenal lebih dalam tentang kehidupan masyarakatnya. Di situ juga tergambar pelajaran bahwa  perjuangan itu perlu juga kuatnya dimensi materi atau dana yang kuat.

Sedangkan di kala dewasa sampai saat-saat diangkat menjadi Rasul, Nabi lebih banyak mengasingkan diri ke Gua Hira’. Kenapa mengasingkan diri?, karena untuk menjadi pemimpin besar harus punya kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, sehingga jauh dari keinginan dunia.

Jadi untuk menjadi pemimpin kita harus banyak belajar kepada Nabi besar Muhammad SAW. Faktor keberhasilan Nabi dalam memimpin umatnya adalahketeladanan, satunya kata dengan perbuatan adalah kunci sukses beliau dalam memimpin.

Nabi lebih banyak berbuat dari pada memberikan janji, lebih banyak mengamalkan ayat Al-Qoran daripada mengkhutbahkannya. Lebih banyak mengaktualisasikan daripada memberi  instruksi. Sungguh sangat sulit mencari kesalahan pada Nabi sehingga apapun yang disampaikannya selalu didengar dan dipatuhi.

Di zaman centang perenang ini kita harus kembali kepada kepemimpinan ala Nabi. Kepemimpinan Nabi adalah kepemimpinan yang memiliki integritas dan tanggung jawab. Seperti apakah ciri pemimpin yang memiliki integritas dan bertanggung jawab ala Nabi itu?,

Pertama Shidiq (benar); pada dirinya sudah tertanam nilai nilai benaran, sehingga kesalahan sekecil apapun sangat sulit ditemukan pada diri Nabi.

Kedua Amanah (terpercaya); semenjak kecil sudah tertanam pada  diri Nabi sifat jujur dan adil, sehingga ketika terjadi pertengkaran dikalangan kaum Quraisy hanya Muhammad yang bias dipercaya.

Ketiga Fathonah (cerdas); Nabi adalah seorang yang sangat cerdas, kemampuannya membaca situasi dan kondisi, sehingga kemampuan spiritual, intellectual dan emosionalnya mampu melampaui zamannya.

Keempat Tabligh (menyampaikan); kemampuan berkomunikasi Nabi tidak diragukan lagi, sehingga apapun yang disampaikannya tidak disalah artikan oleh umatnya, mudah dipahami dan tidak ada kata bersayap.

Setiap orang mendambakan hidup yang sukses, apakah itu petani, pedagang, pegawai, pengusaha dan lain-lain. Begitu juga dengan pemimpin, jadilah pemimpin yang sukses membanggakan dan dikenang sepanjang masa, baik formal maupun informal.

Melihat pemahaman tentang leadership itu maka pemimpin IWS ke depan harus membawa perubahan  bagi warganya, dapat menjadi pemimpin sesuai tuntunan Nabi. IWS harus dapat sebagai ladang amal bagi kita hidup di dunia ini. Mudah-mudahan IWS ke depan dapat lebih Berjaya.

Manajemen

Manejemen adalah kemampuan seorang pemimpin dalam mengelola atau mengatur sebuah badan atau organisasi sehingga elemen organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan aturan atau AD/ART Organisasi tersebut, menuju tercapainya tujuan organisasi tersebut.

Sebuah Organisasi yang mempunyai menejemen yang baik akan mendulang kesuksesan luar biasa, walaupun organisasi itu tujuannya salah. Seperti kata Rasulullah, kebatilan akan mengalahkan kebenaran apabila kebatilan itu dikelola dengan baik.

Manejemen itu meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kontrol. Banyak orang yang mengerti menejemen tapi tidak dapat melaksanakannya. Dan banyak orang yang mengerti menejemen dan bisa melaksanakannya. Jadi menejemen itu termasuk juga seni.

Marilah kita lihat apa saja yang harus dimenejemeni dalam sebuah badan atau organisasi.

1.Menejemen Finansial  2. Menejemen Administrasi 3. Menejemen Organisasi 4.  Menejemen Program 5. Menejemen Personal atau karakter 6. Menejemen Aset atau Inventaris 7. Menejemen Konflik 8. Menejemen Logistik.

Bagian menejemen yang kami kemukakan ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh pemimpin yang punya integritas dan tanggung jawab akan membawa perubahan dan pencerahan bagi IWS ke depan. Kita harus optimis karena apapun yang kita laksanakan didunia ini hanyalah untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: